Pemberlakuan Jalur Satu Arah di Kota Sungai Penuh Belum Optimal, Puluhan Motor Sudah di Tilang

SUNGAIPENUH - Pemberlakuan jalur 1 arah di Kota Sungaipenuh di Jalan RE Martadinata oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Sungaipenuh hingga kini belum efektif.

Meski sudah hampir 7 bulan diuji cobakan, namun tidak sedikiti pengendara yang nekat melawan arus, terutama kendaraan roda dua. Padahal Dishub dan Sat Lantas Polres Kerinci sudah melakukan sosialisasi dan memasang rambu-rambu.

Kasat Lantas Polres Kerinci, AKP Suparyanto, kepada metrosakti.com, membenarkan itu. Menurut dia, sejak diberlakukan jalur 1 arah pada bulan Agustus lalu, hingga kini masih banyak pengendara yang melanggar.

"Kita sudah berita toleransi beberapa bulan, awal Februari lalu kita mulai melakukan penindakan, setidaknya ada 26 kendaraan yang ditilang karena melawan arus," ujar Suparyanto.

"Kita sudah melakukan sosialisasi, rambu-rambu juga sudah dipasang, namun masih banyak yang melawan arus. Pengendara hanya mematuhinya saat petugas ada di lapangan. Kalau tidak ada petugas, banyak yang nerobos," sambungnya.

Ia mengaku, sudah dua kali melakukan penertiban gabungan dengan Dishub, dan sudah 3 kali ditertibkan secara internal Sat Lantas.

Kepala Dishubkominfo kota Sungaipenuh, Khaidir, kepada wartawan, mengungkapkan, jalan satu arah tersebut memang masih dalam tahap sosialisasi dan uji coba.

"Ya, saat ini jalan itu masih uji coba, tapi memang masih banyak yang melanggar. Kami sudah berupaya dengan memasang rantai pembatas jalan supaya tidak dilewati, tapi rantainya itu diputus penggunakan," ungkap Khaidir.

Penyebab banyaknya, pengguna jalan yang melanggar, kata Khaidir, karena kurangnya kesadaran masyarakat.

"Kita sudah pasang rambu-rambu, tapi masih banyak yang melanggar, ini berkaitan dengan kesadaran masyarakat itu sendiri," tutur dia.

Sumber : metrosakti.com