TKI di Malaysia Pulang Kampung untuk Menyoblos. Pilih Siapa?



KERINCI – Ribuan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Kerinci pulang kampung libur lebaran tahun 2018. Selain ingin merayakan lebaran, kepulangan TKI ke kampung halaman juga ingin memberikan hak suara mereka di pilkada Kerinci 27 Juni mendatang.

Banyaknya TKI asal Kerinci yang pulang kampung dari Malaysia pada tahun ini, diakui oleh Ketua Masyarakat Kerinci Malaysia, Faisal Anas. Ia mengatakan, TKI asal Kerinci mulai berbondong-bondong pulang kampung, sejak menjelang puasa hingga lebaran.

“Jelang puasa hingga memasuki lebaran, sudah ribuan TKI asal kerinci yang pulang,” kata Faisal via ponsel, Senin (13/6).

Katanya, kepulangan TKI dari Malaysia akan terus meningkat hingga pilkada nantinya. Pasalnya selain ingin merayakan lebaran bersama keluarga, di Kerinci juga akan digelar pemilihan bupati dan wakil bupati.

“Tahun ini TKI asal Kerinci yang pulang kampung cukup banyak. Telah banyak yang menyampaikannya ingin pulang. Kita membantu proses kepulangan mereka,” ucapnya.

Tiap hari lanjutnya, ada saja TKI di Malaysia yang pulang ke Kerinci. Melihat hal itu, Ia menyakini kepulangan TKI ke Kerinci pada tahun ini termasuk yang terbesar dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Kita juga mendorong dan membantu mereka agar proses kepulangan mereka bisa cepat dan tidak terkendala,” sebutnya.

Faizal menyebutkan, dari data yang didapatkannya saat acara pertemuan KPU pusat dan Dubes RI beberapa waktu lalu. Dimana jumlah warga Indonesia yang berada di Malaysia sebanyak 2,3 juta jiwa.

“Dari jumlah tersebut lebih kurang 63 ribu merupakan warga kerinci,” jelasnya.

Terpisah, Ahyar seorang TKI yang telah sampai ke Kerinci mengaku, senang bisa pulang dengan selamat. Dan bisa kembali berkumpul dengan keluarganya kembali.

“Saya sudah tiga tahun di Malaysia tidak pernah pulang ke Kerinci. Baru tahun ini saya berkesempatan pulang untuk merayakan lebaran bersama keluarga,” ujar Ahyar warga Kecamatan Danau Kerinci.

Menurutnya, meskipun sejak dua tahun lalu ia merayakan lebaran di Kuala Lumpur, Malaysia, dengan serba berkecukupan. Namun ia merasa lebaran di kampung halaman bersama keluarga di Kerinci jauh lebih asyik.

“Selain ingin berkumpung dengan keluarga, saya juga ingin ikut memilih bupati yang akan digelar setelah lebaran nanti. Makanya saya paksakan bisa pulan tahun ini,” ungkapnya.

Senada Hardi TKI lainnya yang juga baru pulang dari Malaysia mengaku sengaja pulang kampung agar bisa memberikan hak suaranya di Pilkada Kerinci 27 Juni nanti.

“Saya pulang karena ingin menyoblos pemilihan 27 Juni nanti. Karena pemilihannya berdekatan dengan lebaran, maka saya pulang jelang lebaran ini dan kembali lagi kesana setelah pilkada,” ucapnya seraya mengaku mendukung paslon nomor urut 3 Zainal-Arsal.(*)