Debi Dituding Terlibat Atur Bimtek Kades Se-Kota Sungai Penuh



Debi : Ada Orang Sengaja Untuk Menghancurkan Saya

Berita Sungai Penuh – Persoalan Bimbingan Teknis (bimtek) Perangkat Kepala Desa dan Badan Musyawarah Desa se Kota Sungai Penuh di Hotel Kota Jambi beberapa waktu lalu ternyata belum tuntas, selain dinilai tidak profesional dan tidak memiliki azas manfaat, Bimtek ini dituding sebagai proyek mengabil keutungan bagi pihak tertentu.

“Sama sekali tidak profesional, acara dalam undangan 3 hari, hari pelaksanaan hanya satu hari, itupun tidak sesuai dengan materi yang direncanakan” ungkap salah seorang sumber kepada kerincitime.co.id. 

Parahnya lagi, peserta kecewa lantaran harus menunggu panitia menyiapkan kamar, bahkan penginapan hotel bagi peserta tidak satu tempat. 

“Peserta datang, tapi tidak boleh masuk kamar, menunggu tamu cek out dulu, kemudian peserta harus rela diganti hotel lain, karena tidak cukup kamar” ungkapnya. 

Kemudian Bimtek ini heboh lantaran dilaksanakan saat wabah pendemi covid melanda, dengan mengeluarkan uang negara mencapai miliaran rupiah. 

“Setiap peserta bayar Rp. 2.200.000,-, belum lagi SPPD, habiskan uang negara miliaran rupiah” ungkapnya. 

Bergulirnya persoalan ini, nama Debi Kurniawan disebut-sebut dan dituding yang mengatur kegiatan Bimtek ini, meskipun dalam Struktur Lembaga nama Debi tidak ada, tapi orang belakang yang mengatur ini semua adalah Debi. 
“Nama Debi memang tidak ada, tapi saya yakin dia yang mengatur ini semua, bayangkan kok bisa semua perangkat Desa dan BPD ikut, lantaran melihat bahwa kesan dari istana” ungkapnya. 

Debi Kurniawan saat dikonfirmasi membantah semua tudingan tersebut, dikatakannya ada orang yang sengaja untuk meghancurkannya. 

“Ini ada orang yang sengaja ingin menghancurkan saya, ini pembunuhan karakter” tegas Debi. 

Ia meminta agar konfirmasi langsung ke direktur lembaga, Lembaga yang bisa menjelaskannya, “Silahkan telpon lembaganya, dia yang bisa menjelaskannya, saya sudah bosan disebut terus, apa dasarnya” ungkapnya. 

Kenapa bimtek kali ini ribut sebut Debi, sementara Bimtek yang dulu tidak ribut, apa yang terjadi, sebelum ini sudah berkali-kali bimtek dilaksanakan, di bermacam-macam tempat. 
“Yang saya heran kenapa nama saya disebut-sebut, apa hubungan dengan saya, ini pembunuhan karakter, tanya randa, akhirman, saya dimana sebenarnya dalam bimtek ini, apa memang saya ikut, kalau saya memang ikut” ungkapnya. 

Kemudian, pelaksnaan Bimtek dalam situasi Corona, ia sudah tanyakan ke lembaga terkait persoalan tersebut, bahwa hotel berani mengadakan bimtek karena ada standar yang ditetapkannya. 

“Ini ada standarnya, hotel bisa melaksanakan ditengah wabah Corona” ungkapnya. 

Ia mengaku heran, ada yang sengaja memburukkan namanya, “Jangan-jangan ada orang yang sengaja memburukkan nama saya, karena selama ini ia mengelola bimtek kali ini diambil oleh orang lain, aku yang disudutkan, dak mungkinlah aku yang ngelola, kalau memang aku yang ngelola kenapa aku tidak ada disitu” terangnya. (red)

Sumber : Kerincitime.co.id