Wako AJB Goro Bersama Gapoktan dan Tomas Sungai Penuh

PORTALJAMBI.COM - Walikota H.Asafri Jaya Bakri (AJB) didampingi Pj Sekda Alpian, SE. MM, mengikuti gotong royong (Goro) normalisasi Sungai Batang Bungkal, Sabtu (24/10).


Suasana akrab penuh kebersamaan begitu kental terasa antara Wako AJB dengan sejumlah Ninik mamak, tokoh masyarakat dan Gapoktan Sungai Penuh dan Desa Gedang yang hadir mengikuti goro.


Usai goro, digelar pertemuan tatap muka dalam rangka penyampaian aspirasi warga Sungai Penuh dan Desa Gedang yang tergabung dalam gapoktan.


Samsir Alam mewakili Gapoktan , menyampaikan apresiasi atas normalisasi sungai Bungkal. Karena sebelumnya areal persawahan dikawasan Cangkin tersebut sering terendam banjir.


Selain itu, Samsir juga meminta agar dibangun jalan usaha tani untuk memudahkan para petani mengangkut hasil panen.


Tokoh masyarakat, Vendra Veda Rida, menambahkan, luas areal persawahan masyarakat dikawasan Cangkin mencapai 232 ha dan 40 ha dari luasan tersebut terendam banjir, yang menyebabkan berkurangnya hasil panen mencapai 320 ton setiap kali musim panen.


Vendra juga meminta dibangun sejumlah irigasi tersier dibeberapa titik untuk mendukung kelancaran pengairan sawah. “Taruko – taruko disetiap batasnya, agar dibuat irigasi dan jalan usaha tani,” kata Vendra. 


Tokoh adat 6 luhah Sungai Penuh, Amir Ahmad DPT, juga menegaskan hal senada. “Masyarakat mengharap betul normalisasi Sungai Bungkal ini. Begitu juga dengan jalan usaha tani dan irigasi,agar masyarakat lebih mudah mengangkut hasil panennya,” jelas Amir Ahmad.


Merespon aspirasi warga tetsebut, Wako AJB, meminta dinas PU untuk menuntaskan kegiatan normalisasi Sungai Bungkal sesegera mungkin agar banjir diareal persawahan bisa surut.


Terkait usulan jalan usaha tani dan irigasi tersier, Wako AJB meminta dinas Pertanian dan kadis PU untuk mengalokasikannya pada tahun anggaran 2021.

“Tolong dicatat agar bisa dianggarkan pada tahun 2021,” sebutnya.


Informasi dari dinas PU, saat ini sedang berjalan perbaikan irigasi di desa gedang senilai Rp 3.8 miliar.


Wako AJB mengaku sangat tergugah mendengar informasi ada 40 ha sawah tidak tergarap akibat banjir. “Ini kerugian besar bagi masyarakat kita,” imbuhnya, sambil mengajak masyarakat untuk merevitalisasi sawah agar tetap berproduksi. (hen)